Banyak sekali bentuk kekerasan, yang paling populer mungkin kekerasan fisik
Namun, asal tahu saja ada yang namanya kekerasan simbolik
Kekerasan simbolik terwujud dari ungkapan, perkataaan seseorang terhadap orang lain sehingga menimbulkan polemik terhadap diri orang yang terkata-katai..
Mau contoh??
Misal udin berkata pada temannya otong..
"Mau kmana lo tong??Mau main gila lo ya??
Kalimat yang dicetak tebal itu merupakan salah satu bentuk kekerasan simbolik menurutku
Tidak aneh memang, di era reformasi yang katanya rezim keterbukaan, sungguh kata demokrasi dielu-elukan (maksudnya :dikamu-kamukan)
Yang artinya semua serba kamu..UUUh pantas bangsa ini ga pernah maju!!
Semua orang bebas berujar, tanpa ada batasan..
Memang ini zaman reformasi..zaman kebabablasan..zamannya wong edan!!
created by : winda retnasari
Namun, asal tahu saja ada yang namanya kekerasan simbolik
Kekerasan simbolik terwujud dari ungkapan, perkataaan seseorang terhadap orang lain sehingga menimbulkan polemik terhadap diri orang yang terkata-katai..
Mau contoh??
Misal udin berkata pada temannya otong..
"Mau kmana lo tong??Mau main gila lo ya??
Kalimat yang dicetak tebal itu merupakan salah satu bentuk kekerasan simbolik menurutku
Tidak aneh memang, di era reformasi yang katanya rezim keterbukaan, sungguh kata demokrasi dielu-elukan (maksudnya :dikamu-kamukan)
Yang artinya semua serba kamu..UUUh pantas bangsa ini ga pernah maju!!
Semua orang bebas berujar, tanpa ada batasan..
Memang ini zaman reformasi..zaman kebabablasan..zamannya wong edan!!
created by : winda retnasari
.jpg)
5 komentar:
windaaaa.. aku mampir.. hehe..
win..
uda q baca lohh..
komentarnya:smw bisa diperbaiki dengan kesadaran,tentu aj kesadaran dalam bertindak baik,berpikir positif ma kesadaran akan adanya batas2 yg melanggar etika..
pokoknya klo soal ngomong bebas balik lg k etika ma hati lahh..
hehehe..
ciyyyeee winda!!!
bagus2 mw berpikir dan diungkapkan..
hmm , pemikirannya bagus juga...
memang era reformasi adalah saatnya kita mengubah format kehidupan yang lama, salah satu aspeknya tentu dalam kebebasan berbicara+berpendapat.
menurut gw, "seenaknya" orang dalam beretika/berbicara yang cenderung "edan" itu nunjukkin klo orang tersebut belum siap atau tidak mengerti makna reformasi itu.
Tapi, tetep si manusia yang hidup di Indonesia di era reformasi ini ada lebih dari 200 juta (kata BPS), jadi suatu yang tidak fair klo kita menyimpulkan semua orang sama, pendekatannya tidak eksak, sangat relatif.
Maaf klo aga ngaco ngomennya, maklum "dikejar" waktu juga, hehe.
Hand_R!ch
wow...ga nyangka seorang winda bisa berkata-kata seperti itu....
ck ck ck...saluut^^
2 thumbs up, plus yang di kaki juga jadi empat^^
terlihat sepertinya winda ingin merintis karir di dunia politik..hehehe..
gak penting banget yah komen gw?
terus berkarya yah win, jangan pernah patah semangat.
karna menurut gw, eksistensi itu bukanlah suatu pengakuan, tetapi merupakan wadah utk berkarya dan menghasilkan sesuatu..
:)
Posting Komentar